Tongkrongan Baru, Blog Baru
Setahun terakhir ini, saya mencoba belajar coding. Ternyata, prosesnya lebih seru dari yang saya kira. Tak hanya sekadar mempelajari hal-hal teknis seperti syntax dan logic pemrograman, tapi juga membuka perspektif baru.
Misalnya saat membangun kode, kita terbiasa memanfaatkan library atau framework yang sudah ada, alih-alih membuat semuanya dari awal. Prinsip “do not reinvent the wheel” rupanya menjadi salah satu fondasi penting dalam coding.
Platform seperti Github juga memberi gambaran menarik tentang praktik kolaborasi dan kontribusi yang terbuka. Setiap perubahan kode tercatat rapi dalam version control, mirip seperti bagaimana kinerja pegawai seharusnya bisa dilacak dan dievaluasi. Saya kemudian membayangkan: bagaimana jika e-stamina memiliki akun profil seperti Github, setiap pegawai berlomba ‘menghijaukan’ kotak profilnya, melihat, dan ikut berkontribusi pada project/tugas pegawai lain?
Selain membuka perspektif baru, belajar coding juga memberi saya “tongkrongan” baru. Jika sebelumnya medsos yang sering dibuka hanya Twitter dan Strava, kini Github jadi ruang eksplorasi tambahan. Disini, seringkali saya temukan proyek/repo menarik, salah satunya adalah Jekyll—sebuah tools untuk membuat website statis menggunakan kumpulan markdown.
Sederhana secara konsep namun tetap powerfull, saya kira. Saya kemudian menuntaskan rasa penasaran dengan meng-clone repo Jekyll lalu menjalankannya. Hasilnya? blog ini.
Sekarang, sesuai dugaan, tantangan baru muncul: bagaimana mengisi blog ini dengan tulisan! rasanya tidak mudah, tapi ini bisa jadi momentum melatih diri merunut pikiran yang kadang berserakan, sekaligus mengasah kemampuan berpikir.
Ini tulisan dan post pertama saya. Semoga ikhtiar kecil ini bisa terus berlanjut!